
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Islam datang dalam keadaan terasing, dan kembali asing, maka beruntung-lah bagi orang-orang yang asing”.(HR. Muslim)
Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dikatakan: “Siapa mereka, ya Rasulullah?” beliau menjawab: “Orang-orang yang baik, ketika manusia telah rusak”(HR. Abu Amr Ad-Dani)
Dari Abdullah bin Amr bin Ash, dia berkata: Pada suatu hari kami duduk disebelah Rasulullah lalu beliau bersabda: “berbahagialah orang-orang yang asing” dikatakan kepada beliau, “siapa mereka wahai Rasulullah?” beliau menjawab “manusia yang shalih dilingkungan yang jahat, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak dari orang yang mentaati mereka”(HR. Ahmad)
Pernah engkau mendengar rintihan hati seorang muslim yang asing ditengah keramaian? Sendiri saja ditengah gelak tawa saudara-saudaranya.
Atau merasakan dengan sangat irama gundah gulana hatinya? Hadirnya mendekati ketiadaannya.
Atau mungkin mendengarkan cerita tentang keterasingan seorang muslim yang mengemban amanah ubudiyah penghambaan diri kepada Allah ‘azza wa jalla?
Perhatikan, dengarkan, dan rasakannlah. Maka engkau akan memahami bahwa semua itu adalah cerita tentang orang-orang yang tak lepas dirundung duka dan dilanda kesedihan. Dia tak ubahnya seorang musafir yang singgah di sebuah perkampungan, tidak ada saudara tempat mengadu, tidak ada kerabat tempat meminta bantu, tidak ada teman yang diajak tertawa dan bercengkrama, akan tetapi bersamaan dengan keterasingan itu ia optimalkan segala kerja untuk mendapatkan keberuntungan yang ia bawa nanti ke kampung halamannya yang sejati.
Suatu kesedihan yang ia sangat berharap bisa mengantarkannya ke pantai tawakal dan pulau keyakinan.
Keterasingan yang menyuruhnya untuk merenungi dan bertafakkur tentang hakikat kehidupan dan cerita kebahagiaan. Keterasingan mana yang lebih pedihMelebihi keterasingan ini…
Ghurbatul ghurbah....
Keterasingan di atas keterasingan
Dia tidak hanya asing di kalangan pencari dunia,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar