Selasa, 21 Februari 2012

Adam Smith The Wealth of Nations

Tokoh terkemuka di bidang teori pembangunan ekonomi, Adam Smith, lahir di kota Kirkcaldy, Skotlandia, tahun 1723. Waktu remaja dia belajar di Universitas Oxford, dan dari tahun 1751 sampai 1764 dia menjadi mahaguru di Universitas Glasgow. Selama di situlah dia menerbitkan buku pertamanya, Theory of Moral Sentiments, yang mengangkat dirinya ke tengah-tengah masyarakat intelektual. Tetapi, puncak kemasyhurannya terutama terletak pada buku karya besarnya An Inquiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nations, yang terbit tahun 1776. Buku ini segera sukses dan merebut pasar, dan sisa hidup Smith menikmati kemasyhuran dan penghargaan berkat karya itu. Dia mati juga di Kirkcaldy tahun 1790. Tak seorang anak pun dia punya, lagi pula tak pernah menikah

Adam Smith bukanlah orang pertama yang mengabdikan diri pada teori ekonomi. Tetapi, dialah orang pertama yang mempersembahkan teori ekonomi yang sistematik dan mudah dicerna yang cukup tepat sebagai dasar bertolak buat kemajuan bidang itu di masa depan. Atas dasar alasan itu, layaklah dianggap bahwa The Wealth of Nations merupakan pangkal tolak dari penelitian modern politik ekonomi.Salah satu hasil besar yang disuguhkan buku ini adalah karena ia meluruskan dan menghalau pelbagai anggapan yang jadi anutan orang sebelumnya. Smith adu pendapat dan menentang teori lama ekonomi perdagangan yang menekankan arti penting perlunya negara punya persediaan batangan emas dalam jumlah besar. Begitu pula, bukunya menolak pandangan para physiokrat yang mengatakan bahwa tanah merupakan sumber utama dari nilai. Sebaliknya Smith menekankan arti pokok yang paling penting adalah tenaga kerja. Smith dengan gigih menekankan bahwa peningkatan produksi dapat dicapai lewat pembagian kerja dan dia menyerang habis semua peraturan pemerintah yang usang dan campur tangannya berikut hambatan yang menghalangi perkembangan dan perluasan industri.

Ide sentral The Wealth of Nations adalah pasar bebas yang bergerak menurut mekanisme pasar yang dianggapnya secara otomatis bisa memprodusir macam dan jumlah barang yang paling disenangi dan diperlukan masyarakat konsumen. Misalnya, persediaan barang yang justru disenangi merosot, dengan sendirinya harga akan naik dan kenaikan harga ini akan mendatangkan untung banyak bagi siapa saja yang memproduksinya. Karena untung banyak, pabrik-pabrik lain tergerak untuk memproduksi juga. Akibat dari kenaikan produksi tidak bisa tidak akan menyingkirkan keadaan kekurangan barang. Lagi pula, kenaikan suplai dalam kaitan dengan kompetisi antar pelbagai perusahaan akan cenderung menurunkan harga komoditi pada tingkat harga yang "normal," misalnya ongkos produksinya. Tak ada pihak mana pun yang membantu melenyapkan kelangkaan, tetapi kelangkaan itu akan teratasi dengan sendirinya. "Tiap orang," kata Smith "cenderung mencari keuntungan untuk dirinya, tetapi dia dtuntun oleh tangan gaib untuk mencapai tujuan akhir yang bukan menjadi bagian keinginannya. Dengan jalan mengejar kepentingan dirinya sendiri dia sering memajukan masyarakat lebih efektif dibanding bilamana dia betulbetul bermaksud memajukannya" (The Wealth of Nations, Bab IV, pasal II).

"Tangan gaib" ini tak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya jika ada gangguan terhadap persaingan bebas. Smith karena itu percaya kepada sistem perdagangan bebas dan menentang keras harga tinggi. Pada dasarnya dia menentang keras hampir semua ikut campurnya pemerintah di bidang bisnis dan pasar bebas. Campur tangan ini, kata Smith, hampir senantiasa akan mengakibatkan kemerosotan efisiensi ekonomi dan ujungujungnya akan menaikkan harga. (Smith tidaklah menciptakan semboyan "laissez faire," tetapi dia lebih dari siapa pun juga menyebarkan konsep itu). Beberapa orang peroleh kesan bahwa Adam Smith tak lain dari seorang yang cuma "menari menurut bunyi gendang" demi kepentingan ekonomi. Pendapat ini tidaklah benar. Dia berulang kali dan dengan kata-kata keras, mengecam habis praktek-praktek monopoli ekonomi dan menginginkan penghapusannya. Dan Smith bukannya orang naive dalam hubungan ekonomi praktek. Ini bisa dibaca dari pengamatannya yang khas dalam buku The Wealth of Nations: "Orang dalam dunia dagang barang yang sama jarang bisa ketemu bersama, tetapi pembicaraan akan berakhir pada pembentukan komplotan yang bertentangan dengan rakyat, atau dalam bentuk lain menaikkan harga."

Begitu sempurnanya Adam Smith mengorganisir dan mengedepankan sistem pemikiran ekonominya, sehingga hanya dalam jangka waktu beberapa puluh tahun saja mazhab-mazhab ekonomi sebelumnya tersisihkan. Nyatanya, semua pokok-pokok pikiran mereka yang bagus telah digabungkan dengan sistem Smith, sementara Smith dengan sistematis mengungkapkan kekurangan-kekurangan mereka yang ada. Pengganti Smith termasuk ekonom-ekonom kenamaan seperti Thomas Malthus dan David Ricardo, mengembangkan dan menyempurnakan sistemnya (tanpa mengubah garis-garis pokoknya) menjadi struktur yang kini digolongkan kedalam kategori ekonomi klasik. Sampai pada suatu tingkat penting tertentu, bahkan teori ekonomi Karl Marx (meski bukan teori politiknya) dapat dianggap sebagai kelanjutan dari teori ekonomi klasik. Dalam buku The Wealth of Nations, Smith sebagian menggunakan pandangan-pandangan Malthus tentang kelebihan penduduk. Tetapi, jika Ricardo dan Karl Marx keduanya bersikeras bahwa tekanan penduduk akan mencegah upah naik melampaui batas keperluan (apa yang disebut "hukum baja upah"), Smith menegaskan bahwa kondisi kenaikan produksi upah dapat dinaikkan. Amatlah jelas, kejadian-kejadian -membuktikan bahwa Smith benar dalam segi ini, sedangkan Ricardo dan Marx meleset.

Tak ada sangkut-pautnya dengan ketetapan pandangan Smith atau pengaruhnya terhadap para teoritikus ekonomi yang datang belakangan, yang terpenting adalah pengaruhnya terhadap perundang-undangan serta politik yang diambil pemerintah. The Wealth of Nations ditulis dengan keulungan yang tinggi serta kejernihan pandangan yang tak bertolok banding dan terbaca amat luas. Argumen Smith menghadapi campur tangan pemerintah dalam bidang bisnis dan dunia perdagangan dan demi rendahnya harga serta perekonomian bebas, telah mempengaruhi secara pasti terhadap garis kebijaksanaan pemerintah di seseluruh abad ke-19. Sesungguhnya, pengaruhnya dalam hal itu masih tetap terasa hingga sekarang. Sejak teori ekonomi berkembang pesat sesudah masa Smith, dan beberapa gagasannya tergeser oleh pendapat-pendapat lain, sangatlah mudah mengecilkan makna penting Adam Smith. Mesti begitu, fakta menunjukkan, dialah pemula dan pendiri tokoh ekonomi sebagai suatu studi yang sistematis,dan dia sesungguhnya tokoh terkemuka dalam sejarah pemikiran manusia

Rabu, 01 Februari 2012

FOOD COMBINING

Apa Itu Food Combining?

Food Combining adalah metode pengaturan asupan makanan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh. Khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan.Dampak dari kombinasi makanan serasi adalah meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme, sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar. Dan pemakaian energi tubuh lebih efisien.

Food Combining mendorong terciptanya perilaku makan yang mengoptimalkan masukan dan penyerapan zat gizi dengan cara mengkonsumsi makanan yang serasi saja setiap kali makan.

Sistem pencernaan terbagi dalam 3 periode fokus kerja : Jam 4 s/d 11 pagi: membuang sampah pencernaan maka saat itu kita harus makan makanan yang membantu proses tsb: minum air putih hangat 1 gelas yg diberi beberapa tetes air jeruk lemon, makan buah & sayur. Tiap lapar pada periode itu cuma boleh makan buah & sayur bukan yg lain.

Jam 11 s/d 20 boleh makan & minum apa saja, tapi produk hewani tidak boleh dimakan berbarengan dengan karbo (nasi, mie, dll), harus ada jeda sekitar 4 jam antara makan daging cs dengan nasi cs. Makan nasi cuma boleh ditemenin sama sayuran (lebih bagus yg mentah ato dimasak tidak terlalu matang). makan produk hewani pun cuma boleh dengan sayuran (hehehe... pasti dianggap aneh).

Oya, pada periode ke 2 dari jam 11 s/d 20 itu sistem percernaan sedang fokus untuk mencerna makanan jadi boleh makan berat tapi komposisinya harus diatur seperti yang diuraikan tadi.
Komposisinya diatur begitu karena ada perbedaan kecepatan waktu mencerna karbo dengan protein hewani. karbo selesai dicerna 2 jam-an sedang protein hewani 6 jam. Jadi saat karbo sudah siap diproses lebih lanjut, dia harus menunggu protein hewani dicerna. Akibatnya, saat protein hewani sudah siap maka karbo sudah membusuk & akan jadi toxin dalam tubuh kita.


Sedangkan selisih waktu pencernaan karbo dengan protein nabati (sayuran) cuma selisih 2 jam, sehingga tidak begitu bermasalah, tapi baiknya tidak banyak makan karbo. Sayuranlah yang harus lebih banyak dimakan.

Periode ke 3 dari jam 20 s/d 4, sistem cerna lebih fokus untuk menyerap makanan sehingga kita harus stop makan & minum apa pun mulai jam 8 malam.


Hal-hal lain yg perlu diperhatikan dalam fc:

  • Minum 30 menit sebelum atau setelah makan, tidak boleh minum selagi makan.
  • Makan buah 15 menit sebelum makan, bukan setelah makan.
  • Minum air putih jangan kurang dari 2 liter (10 gelas belimbing) sehari.
  • Tahu & tempe termasuk protein nabati jadi boleh dimakan bareng karbo, yg gak boleh dimakan bareng dg karbo cuma protein hewani.
  • Makan buahnya minimal 2 macem, kunyah sampai haluuus (32-33 kali) biar bisa dicerna dengan baik, jadi nutrisinya bisa diserap semua sehingga tidak mudah lapar.
Karena tidak boleh makan karbo bareng produk hewani, otomatis tidak boleh makan baso, somay, mpek2, nuget, roti isi daging, lemper/lontong isi daging, burger & McD cs.

Baiknya kalo baru mau diet FC, biar gak kaget, mulai dengan memperbanyak makan buah & sayuran. Juga mengurangi karbo & produk hewan selama 3 s/d 7 hari. Dilanjutkan detox cuma makan jus buah, jus sayuran, dan jus buah + sayuran. Tidak makan karbo, produk hewan, dll. Dalam sehari minimal minum jus 8 gelas.

Nah itu ringkasan diet FC,semoga bermanfaat. enaknya baca
bukunya langsung deh.