yang ini sebenernya cuma curhatan pribadi dan berharap ga ada yg baca tulisan saya yg satu ini.
tanpa menyebutkan nama tokoh dan tempat kejadian demi melindungi izzah semuanya, saya ingin menuliskan hal ini.
Terkadang berat untuk menyampaikan sesuatu hal yang padahal kita sendiri belum mampu untuk melaksanakannya. pun begitu yang dirasakan oleh seorang mba. Beliau sering ditanya oleh adik-adik maupun teman-temannya, bagaimana seharusnya interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya.
pertanyaan yang mudah untuk seorang aktivis agama, yang paham benar isi surat Al Ahzab : 53 yang tidak membenarkan adanya hubungan spesial alias pacaran sebelum pernikahan.
yup, si mba tersebut sebenarnya sadar akan hal itu. Tapi dia hanya wanita biasa, begitu biasanya berkilah. yang normal bila ia menyukai lawan jenisnya. ^__^
si mba memiliki wajah yang ayu, wajar bila satu, dua, tiga lelaki tertarik pada beliau. selama ini, ia memang jarang berinteraksi dengan lawan jenisnya. bila tidak teralu perlu, maka ia memilih untuk menjaga jarak. kadang terkesan sombong. tapi begitu lah.
namun, ia melakukan treatment tersebut tidak pada semua lawan jenis (non-muhrim). pada beberapa teman laki-lakinya beliau terkesan cair. bahkan sangat cair. diam-diam ada yg bergejolak dalam hati si mba. mungkin itu yang bisa disebut ketertarikan pada lawan jenis.
diawali niatan sebagai teman biasa, namun interaksi yang sering membuat semuanya menjadi berbeda. yah, si mba berusaha untuk biasa. namun, ternyata si lawan jenis, sebut saja mas D, yang seharusnya juga sudah mengerti juga ikut bersikap cair.
huft...
perempuan mana yg tidak akan luluh hatinya jika diberi perhatian khusus..?
yah, si mba luluh hatinya. diam-diam dia merasa spesial dimata mas D.
si mba (mungkin) jatuh hati. tapi rasa itu ia simpat dalam diam. (mungkin) dalam doa ia memohon ampun.
bukan tanpa usaha untuk menghilangkan (menjaga) rasa tersebut agar tidak berubah menjadi nafsu.
Sudah, si mba sudah berusaha, ikhtiar dan berdoa.
namun berkali-kali pula usaha itu gugur saat ada sms, messages, atau apapun yang berhubungan dengan Mas D tersebut.
Feeling seorang perempuan biasanya kuat. (terkadang) perempuan bisa membedakan mana laki-laki yang bersikap biasa saja, mana yang memiliki perasaan khusus.
Yap, si Mba pun bisa merasakannya.
bukannya tidak tahu, atau pun pura pura tidak tahu.
si Mba pun sebenarnya tahu apa yg seharusnya dia lakukan pada Mas D. Meminimalkan interaksi yg tidak perlu dan menyibukkan diri agar tidak memikirkannya. tapi hal itiu menjadi semakin sulit karena kemudahan yg diberikan oleh jejaring sosial. !_!
Lalu bagaimana dengan Mas D?
Mas D pun sama (mungkin). dia belum bisa menjadikan Mba N halal baginya. mungkin karena Mas D merasa belum mapan.
padahal Mba N siap jika harus berpeluh bersama Mas D.
mungkin juga karena posisi Mas D yang sebagai putra pertama dalam keluarganya, beliau merasa bertanggung jawab pada adik-adiknya.
Mas D selama ini selalu membuat Mba N menjadi seorang yg spesial (Bisa jadi Mba N hanya Ge eR ). Memberi perhatian, berusaha membuat mba N tidak marah, berusaha memberikan yg diminta mba N (Mba N pun kaget akan hal tsb).
jika mereka bersama di tempat umum, boleh jadi orang yg melihatnya akan berfikir ada sesuatu diantara mereka berdua (memang ada, paling tidak bagi mba N). walau pun selama ini mba N selalu menolak jika ada temannya yang menyindir kedekatan mereka berdua.
terakhir kemarin, Mba N bertemu dengan Mas D. keadaan masih sama, mereka berdua berusaha bersikap biasa dan wajar. tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya ada di hati mereka masing-masing.
Mba N masih berusaha mencoba menjaga hatinya, menjaga rasa sukanya tersebut sambil berdoa agar diberikan yang terbaik bagi dirinya.
Berusaha tetap menyampaikan apa yang ia tahu (menurut Al Quran & Hadits) kepada adik-adik ataupun teman-temannya yang bertanya pada beliau.
Bagaimana dengan Mas D?
Entah lah, mungkin jika nantinya Mas D dan Mba N bisa bersama, saya akan meminta mba N untuk menceritakannya.
Semoga Mba N dan Mas D diberikan jalan yang terbaik.
Apa pun itu....
Wow... cerita singkat si Mba. membuat sadar kalo setan itu bisa menggoda siapa saja, pada level apa saja. mungkin soal hati adalah kelemahan Mba N yang belum bisa Mba N atasi.
Baiklah, saya tahu bagaimana rasanya menjilat ludah sendiri. mungkin itu yg dirasakan mba N selama ini.
Saya berdoa agar Mba N selalu dikelilingi oleh teman-temannya yg dapat selalu mengingatkannya dan meluruskan jalannya.
Satu lagi yg saya yakini, bahwa tidak ada yang namanya persahabatan antara laki-laki dan perempuan.
Lambat laun, perasaan itu bisa berubah. dari salah satu pihak atau pun keduanya.... ^___^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar